Category Archives: Digital Marketing Strategy

Cara Mendapatkan Uang dari Internet

Untuk bisa mengetahui cara mendapatkan uang dari internet, maka kita perlu memahami apa yang dinamakan dengan revenue model. Revenue model adalah rencana Anda untuk mendapatkan uang dari e-commerce yang Anda lakukan. Laudon (20013) menyebutkan bahwa ada 5 kategori revenue model utama, yaitu:

  • Advertising. Kita bisa memperoleh pendapatan melalui iklan. Website yang menggunakan model bisnis content provider bisa memasang iklan pada website mereka dan mendapatkan uang dari iklan tersebut.
  • Subscription. Jika Anda menemukan form pendaftaran dan diharuskan membayar untuk itu selama ingin menjadi member, maka website tersebut kemungkinan besar menggunakan revenue model subscription (berlangganan).
  • Transaction Fee. Memperoleh uang dari transaksi yang dilakukan melalui website kita? Mengapa tidak. Jika kita bisa memberikan kenyamanan, kemudahan dan keamanan bertransaksi melalui internet, pelanggan akan dengan senang hati menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk kita. Paypal sudah membuktikan hal ini selama bertahun-tahun.
  • Sales. Ini adalah revenue model yang paling umum bagi para pedagang. Jika Anda menjual barang atau jasa, kemungkinan besar Anda akan menggunakan model ini untuk mendapatka uang Anda.
  • Affiliate. Saya lebih senang menyebutnya sebagai sistem komisi. Anda akan memperoleh uang sebagai tanda terimakasih karena telah membantu menemukan pelanggan yang mau membeli sebuah produk tertentu. Ya, sangat mirip dengan broker yang membantu orang-orang menjual rumah atau mobil di dunia nyata.

Anda bisa menyesuaikan model bisnis anda dengan revenue model yang telah kita bahas tersebut. Sebagai contoh, sebuah website yang memiliki model bisnis e-tailer, yang merupakan representasi toko dalam dunia online, pada umumnya menggunakna revenue model sales. Model bisnis content provider pada umumnya dapat menggunakan beberapa alternatif revenue model seperti advertising, subscription, ataupun affiliate.

Demikian pembahasan mengenai cara mendapatkan uang dari internet. Semoga bermanfaat.

Referensi:

Prasetio, Adhi. 2012. Smart Guide Jualan Online. Mediakita Jakarta

Laudon, K. C., & Traver, C. G. (2013). E-commerce. Pearson.

Buku Smart Guide Jualan Online

Smart Guide Jualan Online
Smart Guide Jualan Online

Buku ini merupakan buku yang berisi teori dan praktik jualan online atau istilah kerennya digital marketing. Buku ke-4 yag berjudul Smart Guide Jualan Online ini adalah buku referensi atau buku pegangan praktis tentang e-commerce. Buku saya yang terbaru ini berbeda dengan 3 buku sebelumnya yang membahas tentang cara membuat website. Dalam buku ini, saya membahas ke arah bisnis e-commerce walaupun tetap ada bagian khusus yang membahas tentang cara membuat website.

Berikut ini reviewnya yang saya ambil dari website penerbit saya mediakita:

Siapapun dapat melakukan dan menghasilkan uang melalui jualan online di internet, termasuk Anda. Meskipun Anda merasa gaptek dan bukan seorang geek teknologi, layaknya jualan biasa, jualan online pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa saja.

Jika Anda belum tahu sama sekali tentang jualan online, di buku ini dijelaskan mulai dari membuat konsep bisnis, tempat-tempat jualan di internet, membuat toko online dengan berbagai cms, mengukur peluang sebuah kata kunci pencarian, promosi online, peningkatan performansi, dan lain sebagainya.

Jadi, tunggu apa lagi? Anda yang menentukan sendiri apakah akan menjadi penonton, ataukah menjadi pemain.

Cara membuat website yang saya sampaikan dalam buku tersebut lebih banyak yang instan dan ditujukan bagi temen-teman yang merasa gaptek tetapi ingin segera memiliki bisnis e-commerce mereka dengan cepat.

Buku ini sering saya gunakan sebagai referensi pada saat menjadi pembicara digital marketing di berbagai tempat. Pada prinsipnya isi buku ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Pembahasan tentang model bisnis termasuk cara melakukan riset keyword dan menentukan produk
  • Alternatif Pembuatan website
  • Digital Marketing dengan fokus ke online marketing communication

Semoga bermanfaat. Salam hangat. 🙂

Content Marketing Framework

Jika berbicara tentang digital marketing, maka kita sulit memisahkan strategi implementasinya dengan content marketing. Pada pelaksanaannya, sebagian proses digital marketing akan memerlukan content yang menjadi topik pembahasannya. Sebagai contoh, jika kita membahas tentang search engine optimization, maka kita memerlukan content yang berkualitas untuk menarik orang mengunjungi website kita.

Demikian pula halnya jika kita melakukan social media marketing, maka kita tidak dapat terlepas dari kebutuhan content yang berkualitas juga agar posting kita bisa viral. Oleh karena itu, dalam artikel ini, saya mencoba menyampaikan secara sederhana kerangka umum content marketing yang sudah saya sederhanakan agar mudah memahaminya. Saya menyampaikan framework ini dalam materi saya saat menjadi pembicara untukTelkom Witel Jabar beberapa waktu yang lalu.

Jika kita lihat pada gambar content marketing framework, saya mencoba menggambarkan dua kanal komunikasi yang paling memungkinkan untuk dilakukan terutama oleh pelaku UMKM. Dua kanal komunikasi online tersebut adalah search engine dan social media.

Content Marketing Framework

Penjelasan dari gambar framework itu saya mulai dengan membahas tiga blok komponen content marketing yang saya buat yaitu search engine, website dan social media. Kegiatan content marketing diawali dengan membuat content yang berkualitas dan melakukan posting content tersebut di website yang kita miliki.

Setelah content publish di website, maka kita akan melakukan proses marketing di search engine maupun di social media. Di search engine, kita bisa menggunakan taktik Search Engine Marketing yang memanfaatkan iklan berbayar seperti adwords, ataupun melakukan Search Engine Optimization. Tujuannya sama, yaitu memastikan visibilitas dari content kita di website agar memperoleh pengunjung ke website.

Di ranah social media, kita juga bisa melakukan dua taktik yang berbeda yaitu memanfaatkan iklan di social media, atau dengan melakukan posting biasa. Pada umumnya, proses social media marketing terdiri dari lima tahap yaitu (Laudon & Traver, 2016) :

  • Fans acquisition
  • Enggagement
  • Amplification
  • Community
  • Brand/Selling

Saya pernah menyampaikan tahapan ini saat menjadi pembicara social media marketing untuk Badan Standarisasi Nasional. Demikian pembahasan mengenai content marketing framework. Di artikel-artikel berikutnya kita akan coba kupas tuntas mengenai framework ini bersama.

Salam hangat.

Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka:

Laudon, K. C., & Traver, C. G. (2016). E-commerce: business, technology, society.

Mobilegeddon, Pukulan Telak bagi Situs Web yang Tidak Mobile-Friendly

Contoh Mobile Friendly Website

Trafik pengunjung situs web Anda tiba-tiba menurun dengan signifikan? Waspadai, bisa jadi ini merupakan dampak dari update Mobilegeddon pada mesin pencari Google. Perubahan algoritma dari google ini juga sering saya sampaikan pada saat saya menjadi pembicara digital marketing di manapun

Pada tanggal 21 April 2015, Google mengimplementasikan algoritma baru yang cukup signifikan. Algoritma baru ini berfungsi untuk mengatur ulang peringkat dari situs web yang ramah perangkat mobile (mobile-friendly). Dengan kata lain, tujuan utama dari algoritma baru ini adalah menaikkan peringkat hasil pencarian dari situs web yang mobile-friendly.

Perubahan tersebut berjalan sekitar seminggu dan memiliki sebutan yang dramatis karena dampaknya yang besar pada hasil pencarian. Sebagian ada yang menyebutnya mobilegeddon atau mobilepocalyse karena seolah-olah menjadi kiamat bagi situs web yang tidak mobile-friendly alias mobilegeddon. 

Salah satu alasan perlunya perubahan algoritma ini adalah karena proporsi penggunaan perangkat mobile dibandingkan penggunaan komputer untuk melakukan pencarian sudah semakin besar. Dalam blog resminya di adwords.blogspot.com, Google menyatakan bahwa saat ini pengguna internet semakin banyak yang menggunakan smartphone mereka untuk melakukan search. Bahkan pencarian menggunakan perangkat mobile tersebut sudah lebih banyak dilakukan dibandingkan komputer di 10 negara termasuk Jepang dan Amerika.

Perkembangan jumlah pengguna smartphone ini tentu saja harus diantisipasi oleh pemilik situs web. Pertanyaannya adalah apakah tidak cukup bagi pemilik situs web untuk menyajikan versi desktop saja dari halaman yang mereka miliki? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu membahas lebih dulu mengapa situs web harus dijadikan mobile-friendly.

Sebagaimana kita ketahui bersama, smartphone yang tersedia saat ini sudah memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menampilkan berbagai jenis situs web. Namun demikian, coba bayangkan ketika pengunjung melihat situs web Anda di perangkat mobile. Apa yang terjadi? Dapatkah pengguna membaca halaman yang ada di situs web Anda dan menemukan informasi yang diperlukan dengan mudah, ataukah halaman web tersebut terlalu sulit untuk digunakan dan dilihat?

Versi desktop dari situs web Anda memang bisa dilihat menggunakan browser yang ada pada smartphone, namun demikian mungkin sulit untuk dilihat dan digunakan di perangkat seluler tersebut. Versi situs web  yang tidak mobile-friendly akan membuat pengguna dipaksa untuk memperkecil atau memperbesar situs web dengan jarinya agar dapat memahami layout sebuah halaman web dan membaca isinya. Hal tersebut berpotensi membuat pengunjung situs web menjadi kurang nyaman dan cenderung meninggalkan situs. Di sinilah perlunya versi mobile-friendly dari sebuah situs web. Versi mobile-friendly akan dapat dibaca dan digunakan secara langsung dengan nyaman dan mudah.

Mengingat banyaknya pengguna mesin pencari yang menggunakan smartphone mereka untuk melakukan pencarian, maka kompatibilitas dengan perangkat mobile menjadi sangat penting bagi bisnis Anda. Tidak peduli apakah Anda hanya menulis blog tentang resep masakan, mengelola situs web untuk komunitas sepeda, atau menjual produk kepada calon pelanggan, Anda harus memastikan bahwa pengunjung akan mendapat pengalaman yang baik di situs web Anda saat mengunjunginya dari perangkat mobile mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Google sebagai mesin pencari. Google berkepentingan untuk memastikan bahwa pengguna mesin pencari akan memperoleh hasil pencarian yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk situs web yang dapat menampilkan informasi sesuai dengan hardware yang mereka gunakan.

Baiklah, sekarang kita semua sudah mengerti mengapa versi mobile dari sebuah situs web penting dibuat dan latar belakang di balik implementasi algoritma mobilegeddon Google tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?

Pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan apakah situs web Anda mengalami dampak dari Mobilegeddon atau tidak. Ada 3 cara untuk melakukannya yaitu:

  • Mencoba melakukan search untuk kata kunci yang menjadi sumber utama pengunjung situs web kita dari perangkat PC dan smartphone (selain tablet). Bandingkan hasilnya, jika terdapat perbedaan signifikan posisi hasil pencarian dari kedua perangkat itu, maka kemungkinan besar situs web kita mengalami dampak dari Mobilegeddon.
  • Cara lain adalah dengan menggunakan laporan dati Google Analytics. Silakan lihat di menu Pelaporan à Pemirsa à Seluer à Perangkat. Jika terdapat penurunan yang signifikan dan tiba-tiba sejak tanggal peluncuran mobile update Google dari pengunjung yang datang dari seluler, maka ini juga merupakan pertanda bahwa situs web Anda terkena dampak dari Mobilegeddon.
  • Selain kedua cara tersebut, Anda bisa menggunakan tools analisis online dari Google untuk melihat kompatibilitas situs web Anda terhadap perangkat mobile. Tools Pengujian Situs Mobile-Friendly tersebut dapat dilihat di link berikut ini https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly/.  Masukkan nama domain dari Situs web yang Anda miliki dan perhatikan hasil analisis. Jika hasilnya menyebutkan hal berikut ini “Mengagumkan! Laman ini mobile-friendly.” maka, selamat, situs web Anda sudah mobile friendly dalam pandangan Google.

Namun demikian, apabila ternyata situs web Anda belum mobile friendly, maka Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. Jika kebetulan situs web Anda menggunakan CMS (Content Management System) atau perangkat lunak pihak ketiga lainnya, maka Anda bisa menggunakan setting, plugin atau extension yang tersedia untuk mengatasi masalah kompatibilitas mobile ini. Contoh solusi yang ada adalah sebagai berikut:

  • Blogger. Silakan masuk ke menu Layout, kemudian klik menu setting di bawah Mobile. Pastikan bahwa Anda melakukan ceklis pada “Yes. Show mobile template on mobile devices”.
  • WordPress.com. Secara umum WordPress.com sudah mendukung mobil- friendly. Untuk memastikannya, silakan masuk ke menu Appearance à Mobile pada dashboard, dan pastikan bahwa terdapat ceklis pada pilihan Yes pada “Enable mobile theme”.
  • CMS WordPress. Anda bisa melakukan penyesuaian dengan cepat menggunakan plugin Jetpack atau WPTouch.
  • CMS Joomla. Anda bisa menggunakan extension untuk mengatasi masalah kompatibilitas mobile-friendly ini. Silakan kunjungi halaman extension mobile Joomla ini http://extensions.joomla.org/category/mobile untuk memilih extension yang cocok dengan situs web Anda.
  • Silakan kunjungi halaman ini untuk melihat solusi bagi CMS lainnya https://developers.google.com/webmasters/mobile-sites/situs web-software/?hl=id.

Sayangnya, jika Anda mengembangkan situs web Anda sendiri, maka Anda harus menyesuaikan desain situs web Anda secara manual agar menjadi responsif. Jika kesulitan, maka Anda bisa memanfaatkan jasa web developer. Pastikan bahwa developer yang Anda pilih memahami tentang desain responsif. Oh ya, jangan lupa untuk melakukan pengecekan ulang setelah modifikasi untuk memastikan bahwa situs web Anda sudah mobile-friendly. Semoga bermanfaat.