Dalam kesempatan kali ini saya diminta untuk menjadi Pembicara Internet Marketing dalam Pelatihan Manajerial dan Kewirausahaan, Penggunaan Social Media Berbasis Teknologi Informasi, Pengembangan Jaringan Usaha, Negosiasi dan Komunikasi Bisnis bagi Koperasi dan UMKM. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Garden Permata Bandung, dan diselenggarakan pada tanggal 10-12 September 2015.
Dinas Koperasi dan UMKM berusaha memfasilitasi pelaku usaha koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah untuk dapat memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana pengembangan jaringan usaha mereka.
Peserta pelatihan cukup banyak dan mereka mendapatkan materi digital marketing meliputi cara membuat email, perubahan landscape akibat adanya digitalisasi, perubahan perilaku konsumen, dll.
Trafik pengunjung situs web Anda tiba-tiba menurun dengan signifikan? Waspadai, bisa jadi ini merupakan dampak dari update Mobilegeddon pada mesin pencari Google. Perubahan algoritma dari google ini juga sering saya sampaikan pada saat saya menjadi pembicara digital marketing di manapun
Pada tanggal 21
April 2015, Google mengimplementasikan algoritma baru yang cukup signifikan.
Algoritma baru ini berfungsi untuk mengatur ulang peringkat dari situs web yang
ramah perangkat mobile (mobile-friendly).
Dengan kata lain, tujuan utama dari algoritma baru ini adalah menaikkan
peringkat hasil pencarian dari situs web yang mobile-friendly.
Perubahan tersebut berjalan sekitar seminggu dan memiliki sebutan yang dramatis karena dampaknya yang besar pada hasil pencarian. Sebagian ada yang menyebutnya mobilegeddon atau mobilepocalyse karena seolah-olah menjadi kiamat bagi situs web yang tidak mobile-friendly alias mobilegeddon.
Salah satu alasan
perlunya perubahan algoritma ini adalah karena proporsi penggunaan perangkat mobile dibandingkan penggunaan komputer
untuk melakukan pencarian sudah semakin besar. Dalam blog resminya di
adwords.blogspot.com, Google menyatakan bahwa saat ini pengguna internet
semakin banyak yang menggunakan smartphone
mereka untuk melakukan search. Bahkan
pencarian menggunakan perangkat mobile
tersebut sudah lebih banyak dilakukan dibandingkan komputer di 10 negara
termasuk Jepang dan Amerika.
Perkembangan
jumlah pengguna smartphone ini tentu
saja harus diantisipasi oleh pemilik situs web. Pertanyaannya adalah apakah
tidak cukup bagi pemilik situs web untuk menyajikan versi desktop saja dari
halaman yang mereka miliki? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu membahas
lebih dulu mengapa situs web harus dijadikan mobile-friendly.
Sebagaimana kita
ketahui bersama, smartphone yang
tersedia saat ini sudah memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menampilkan
berbagai jenis situs web. Namun demikian, coba bayangkan ketika pengunjung melihat
situs web Anda di perangkat mobile. Apa
yang terjadi? Dapatkah pengguna membaca halaman yang ada di situs web Anda dan
menemukan informasi yang diperlukan dengan mudah, ataukah halaman web tersebut terlalu
sulit untuk digunakan dan dilihat?
Versi desktop dari situs web Anda memang bisa
dilihat menggunakan browser yang ada pada smartphone,
namun demikian mungkin sulit untuk dilihat dan digunakan di perangkat seluler
tersebut. Versi situs web yang tidak mobile-friendly akan membuat pengguna dipaksa
untuk memperkecil atau memperbesar situs web dengan jarinya agar dapat memahami
layout sebuah halaman web dan membaca
isinya. Hal tersebut berpotensi membuat pengunjung situs web menjadi kurang
nyaman dan cenderung meninggalkan situs. Di sinilah perlunya versi mobile-friendly dari sebuah situs web. Versi
mobile-friendly akan dapat dibaca dan
digunakan secara langsung dengan nyaman dan mudah.
Mengingat
banyaknya pengguna mesin pencari yang menggunakan smartphone mereka untuk melakukan pencarian, maka kompatibilitas
dengan perangkat mobile menjadi
sangat penting bagi bisnis Anda. Tidak peduli apakah Anda hanya menulis blog
tentang resep masakan, mengelola situs web untuk komunitas sepeda, atau menjual
produk kepada calon pelanggan, Anda harus memastikan bahwa pengunjung akan
mendapat pengalaman yang baik di situs web Anda saat mengunjunginya dari
perangkat mobile mereka.
Hal yang sama
juga dirasakan oleh Google sebagai mesin pencari. Google berkepentingan untuk
memastikan bahwa pengguna mesin pencari akan memperoleh hasil pencarian yang
sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk situs web yang dapat menampilkan
informasi sesuai dengan hardware yang
mereka gunakan.
Baiklah, sekarang
kita semua sudah mengerti mengapa versi mobile
dari sebuah situs web penting dibuat dan latar belakang di balik implementasi
algoritma mobilegeddon Google tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang
harus Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?
Pertama yang
harus Anda lakukan adalah memastikan apakah situs web Anda mengalami dampak
dari Mobilegeddon atau tidak. Ada 3 cara untuk melakukannya yaitu:
Mencoba
melakukan search untuk kata kunci yang
menjadi sumber utama pengunjung situs web kita dari perangkat PC dan smartphone (selain tablet). Bandingkan hasilnya, jika terdapat perbedaan signifikan
posisi hasil pencarian dari kedua perangkat itu, maka kemungkinan besar situs
web kita mengalami dampak dari Mobilegeddon.
Cara
lain adalah dengan menggunakan laporan dati Google
Analytics. Silakan lihat di menu Pelaporan à Pemirsa à Seluer à Perangkat. Jika terdapat penurunan yang
signifikan dan tiba-tiba sejak tanggal peluncuran mobile update Google dari
pengunjung yang datang dari seluler, maka ini juga merupakan pertanda bahwa situs
web Anda terkena dampak dari Mobilegeddon.
Selain
kedua cara tersebut, Anda bisa menggunakan tools
analisis online dari Google untuk melihat kompatibilitas situs web Anda
terhadap perangkat mobile. Tools Pengujian Situs Mobile-Friendly tersebut dapat dilihat
di link berikut ini https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly/. Masukkan nama domain dari Situs web yang Anda
miliki dan perhatikan hasil analisis. Jika hasilnya menyebutkan hal berikut ini
“Mengagumkan! Laman ini mobile-friendly.” maka, selamat, situs web Anda sudah mobile friendly dalam pandangan Google.
Namun demikian, apabila
ternyata situs web Anda belum mobile
friendly, maka Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. Jika
kebetulan situs web Anda menggunakan CMS (Content
Management System) atau perangkat lunak pihak ketiga lainnya, maka Anda
bisa menggunakan setting, plugin atau extension yang tersedia untuk mengatasi masalah kompatibilitas
mobile ini. Contoh solusi yang ada adalah sebagai berikut:
Blogger.
Silakan masuk ke menu Layout, kemudian klik menu setting di bawah Mobile.
Pastikan bahwa Anda melakukan ceklis pada “Yes.
Show mobile template on mobile devices”.
WordPress.com.
Secara umum WordPress.com sudah mendukung mobil-
friendly. Untuk memastikannya, silakan masuk ke menu Appearance à Mobile
pada dashboard, dan pastikan bahwa terdapat ceklis pada pilihan Yes pada “Enable mobile theme”.
CMS WordPress.
Anda bisa melakukan penyesuaian dengan cepat menggunakan plugin Jetpack atau WPTouch.
CMS Joomla.
Anda bisa menggunakan extension untuk
mengatasi masalah kompatibilitas mobile-friendly
ini. Silakan kunjungi halaman extension mobile Joomla ini
http://extensions.joomla.org/category/mobile untuk memilih extension yang cocok
dengan situs web Anda.
Sayangnya, jika
Anda mengembangkan situs web Anda sendiri, maka Anda harus menyesuaikan desain situs
web Anda secara manual agar menjadi responsif. Jika kesulitan, maka Anda bisa
memanfaatkan jasa web developer. Pastikan
bahwa developer yang Anda pilih memahami
tentang desain responsif.
Oh ya, jangan lupa untuk melakukan pengecekan ulang
setelah modifikasi untuk memastikan bahwa situs web Anda sudah mobile-friendly. Semoga bermanfaat.
Pada tanggal 14 November 2015, Saya diminta untuk menjadi pembicara digital marketing dalam acara Workshop Teknik Industri 2015. Workshop Teknik Industri ini merupakan wadah bagi masyarakat TI UNPAR untuk menambah wawasan dan berkembang terutama dalam mempraktikkan secara langsung teori-teori yang sudah didapatkan di perkuliahan.
Tema dari workshop tersebut adalah Technoprneurship. Workshop tersebut membahas tentang penerapan teknologi dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship mahasiswa Teknik Industri UNPAR dengan memanfaatkan fasilitas Internet marketing. Pesertanya berbeda dengan saat saya menjadi pembicara digital marketing di universitas Stikubank Semarang sebelumnya yang diikuti oleh mahasiswa teknik informatika.
Poster Pembicara Digital Marketing di UNPAR Bandung
Pada kesempatan ini saya menjadi pembicara digital marketing bersama dengan Tokopedia dan owner dari Castella Project. Castella Project ini memiliki produk yang merut hemat saya pada saat itu cukup unik yaitu bantal karakter. Kita bisa memesan bantal dengan gambar sesuai keinginan kita.
Berikut adalah daftar agenda materi yang saya sampaikan dalam workshop digital marketing TI UNPAR tersebut:
Technopreneurship
What
Teknologi Informasi
Mengapa harus secara online?
Potensi perluasan pasar online
Kelebihan E-Commerce
Langkah-Langkah
Can You Do It?
Business Model
Web site Development
Internet Marketing
Berikut adalah referensi yang saya gunakan:
Wikipedia
Laudon, K. C & Traver, C. G. (2014). E-Commerce: Business, Technology, Society 10/E. Pearson
Pada hari Sabtu, tanggal 21 November 2015, saya mendapat kesempatan untuk menjadi narasumber di acara Forum Telekomunikasi dan Bisnis. Penyelenggaranya adalah Forum Alumni Universitas Telkom (FAST). Dalam kesempatan tersebut, saya diminta menjadi pembicara digital marketing untuk topik E-Commerce Indonesia di Era MEA 2016.
Acara dalam forum tersebut ada tiga yaitu:
Keynote Speech: yang mengusung tema Tantangan Bisnis Telekomunikasi dan Kedaulatan Siber di Era Keterhubungan Global” dengan pemateri Dr. Yan Rianto
Diskusi Panel: tema yang dibahas pada diskusi panel ini adalah Peran Business Management dalam Menumbuhkan Bisnis Berbasis Ekonomi Kreatif
Talkshow: Tema talkshow adalah E-Commerce Indonesia di Era MEA 2016
Saya kebagian di acara talkshownya bersama Aldi Febrian yang merupakan founder dari Driver Bandung. Bagi yang belum familier, istilah MEA mengacu pada Masyarakat Ekonomi ASEAN ya :).
Pada kesempatan kali ini, saya diminta untuk menjadi pembicara digital marketing dengan topik “Search Engine Optimization (SEO) dan Social Marketing ” pada karyawan Badan Standarisasi Nasional. Acara diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 27-28 Oktober 2015.
Pembicara Digital Marketing untuk Badan Standarisasi Nasional BSN
Hal yang menyenangkan adalah pelaksana training dilakukan di salah satu hotel di Malang. Hal yang menurut saya cukup unik dari materi kali ini adalah permintaan untuk menyampaikan materi mengenai pengelolaan social media marketing untuk organisasi. Mengapa unik? Karena biasanya saya menyampaikan materi untuk perorangan atau organisasi kecil, sementara kali ini materinya mengenai pengelolaan social media marketing untuk organisasi yang besar.
Secara umum saya menyiapkan tiga agenda utama untuk training selama dua hari tersebut yaitu:
Pengenalan Digital Marketing
SEO
Social Media Marketing
Ada permintaan dari pihak pengelenggaran juga untuk memberikan pre test dan post test dalam training kali ini. Di akhir sesi, diberikan sertifikat untuk peserta yang memperoleh hasil terbaik.
Peserta Pelatihan Digital Marketing Terbaik dan Sertifikatnya
Training digital marketing untuk BSN ini diakhiri dengan sesi foto bersama dengan peserta dan pihak manajemen BSN.
Berikut ini adalah sumber referensi yang saya gunakan sebagai pembicara digital marketing dalam materi tersebut:
Wikipedia
Laudon, K. C & Traver, C. G. (2014). E-Commerce: Business, Technology, Society 10/E. Pearson